Rabu, 30 Januari 2013

Sudah Dua Minggu

Sudah hampir dua minggu di desa orang, bersama teman-teman dari berbagai latar belakang yang berbeda. Sudah hampir dua minggu tidak berjumpa dengan kerabat dekat. Dan yang paling vital adalah rindu mama.
Minggu kedua dengan berbagai pengalaman. Sudah dua minggu.
'Benteng' pun mulai dipasang sejak kemarin. Sudah dua minggu.
Miss Ribet mungkin julukan yang menggambarkan bagaimana keadaan si sudah dua minggu. Karena ya memang, sedang ribet mengurus ini itu. Lelah namun menyenangkan. Kesal kadang membingungkan. Inilah sudah dua minggu.
Keadaan seperti berlalu cepat, namun itulah yang diinginkan. Sudah dua minggu tidak memeluk selimut kusut. Di sana sini penuh tanda tanya.

Hari ini menjadi sebuah gravitasi. Iya.. memang banyak kecerobohan seperti biasanya. Padahal sudah dua minggu. Hari ini nampaknya melayang begitu saja. Menguap, kadang embunnya berbentuk perasaan kecewa. Kalau pekerjaan tidak dituntaskan dengan baik, rasanya ada yang janggal. Begitu tau pembicaraan tidak menyenangkan akan didapat secara bertahap. Sudah dua minggu mengindap penyakit "sensitif" Ya... begitulah...

Seorang teman memberitahukan bahwa hal yang paling menarik dari sebuah forum evaluasi adalah lapang dada. Mengakui kesalahan, memaparkan pernyataan, dan mengambil resiko. Itu adalah rangkaian dari kekerbatan dengan pengalaman.
Sudah dua minggu, aku menjalin segalanya secara terburu-buru dalam waktu yang singkat, dan seperti biasanya aku selalu 'ketakutan'.

Sabtu, 12 Januari 2013

DIAM

Diam, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya, tidak bersuara, tidak bertindak, tidak bergerak. Jadi kata TIDAK mewakili semua unsur verba, alias unsur kata kerja. Jadilah... Diam... ini menurut saya memiliki posisi yang lebih banyak ke arah neagtifnya. Tengok saja kata TIDAK yang dilontarkan.
Kembali lagi mengingat bagian tubuh yang diberikan oleh Mahapencipta.
Dua telinga, dan satu mulut. Kalian pasti sudah paham maksudnya. Banyak mendengar, dan sedikit bicara.
Di sini saya berbicara mereka yang diberikan kelebihan untuk mendengar dan berbicara.

Dalam suatu forum ada baiknya kita banyak mendengar dan mencerna kemudian baru berbicara. itulah gunanya mulut yang Tuhan kasih. Tapi khusus manusia cerewet seperti saya, masih mempertanyakan sih, maksud Tuhan ngasih tanda tahi lalat tipis di bibir. Hihihi...

Kalau ada yang bilang "silent is good answer", I'll say YOU ARE WRONG #teeettt...
Karena nggak semua masalah bisa diselasaikan dengan cara diam, dengan cara  diam pula, masalah semakin membesar. Dan gak semua diam itu adalah baik. Semua orang butuh kepastian, dan jawaban. Entah itu segera, sekarang, atau membutuhkan waktu. Pokoknya jangan diam, karena diam sama dengan mencaci maki perubahan.

*bersambung*

Rabu, 09 Januari 2013

Motivakten

Jangan pernah berhenti pada suatu jalan, ketika kamu sudah melangkah setengah dari perjalanan itu. Apa ajah. Soal pekerjaan, soal relasi, atau soal ambisi.
Ingat nggak dulu kamu mulai perjalanan itu dari mana? Tujuan kamu apa?
Ketika kegagalan, dan kekecewaan menghampiri, dan yah.. mahluk yang namanya kejenuhan menyerangmu. Anggap saja itu bukan apa-apa dibandingkan dengan semangat awal kamu memulai.
Oke sip...
mari melangkah ke arah yang lebih baik.

Follow my Twitter @_heniie