Kamis, 24 Oktober 2013

Kronologis Aplikasi Baru di Guapo

Semenjak tadi sore berkutat dengan mengerjakan satu tugas dari satu mata kuliah. Harapan selesai malam ini, supaya besok bisa mengerjakan tugas yang lainnya.
Sambil bertugas ria, ada baiknya saya ingin curhat soal aplikasi baru yang sedang ramai dibicarakan orang. Yes! BBM. Pertama nyoba, susahnya masuk minta ampun. Kemudian dapet PIN. Kemudian sebarkan. Namun apa yang menarik? Cuman satu orang yang minta PIN saya, ketika saya belum instal itu BBM.
Well... katanya sih dia pembaca setia blog ini. I dont know lah.
Jadi yang tau PIN saya yang pertama, ya dialah.
Sudah dua tiga hari pake aplikasi itu, kok lama-lama ngebete-in. Ganti nama saja, harus masuk di daftar "update" ih.. facebook, twitter, Path, Line, Wechat. Gak gitu-gitu amat. Apaan sih, cuman pingin ganti nama biar enak dibaca, enak dipandang, kan memang harus dicoba-coba dulu, langsung masuk ke 'update', sampai sepupu bilang 'alay' gara-gara saya nyoba ganti nama tiap detik. Actually, namanya itu itu ajah sih, cuman ada posisi yang harus diubah, harus enak dilihat. Maklum kan baru pertama kali punya aplikasi si hitam bintik-bintik.
Iya yang alay sih BBM noh... gitu doang mesti jadi 'update', ganti foto juga gitu. Ah.. gak suka lah pokoknya.
Saya ini kan hobinya gonta ganti... NO!!! gonta ganti pacar gak termasuk. Saya jomblo dengan akurasi kesetiaan dipertaruhkan. Makannya kata orang dapet pacarnya susah. Setia sih... hahaha *ditabok masal*
Ya maaf-maaf ajah... kalo gonta-ganti pacar harusnya jangan bannga sih. Itu bukannya menunjukkan kegagalan ya =p

Aplikasi itu gak jelas-jelas amatlah. Better Whatsapp atau Wechat. Seriusan!
Saya lebih suka wechat =) bisa share moment. hehehe
Emang sih semua orang gak harus tau kita ngapain, tapi kalo kita punya info tempat yang menarik masa orang lain gak boleh tau? Masa kebahagiaan disimpan untuk sendiri. Orang yang berbagi akan selalu bertambah. Termasuk berbagi isi pikiran, pengalaman, tempat menarik, sampai sharing masakan alias foto makanan juga sah-sah ajah. Berbagi kesedihan sih yang agak malesin.
Benar kata Indra Herlambang, terlalu banyak polisi di dunia maya. Gak boleh beginilah begitulah. Alay lah.
Please 'My life its not your business' bebas sih orang lain mau melakukan apa ajah. Asal jangan keseringan juga. Pembaca lini masa juga ada titik jenuhnya loh.

Lagipula untuk apa nyuruh punya pin BBM, kalo gak intens dihubungi. Nganggur, bikin lemot hape. Gak guna. Bukan artis juga kan saya ini? Atau manusia eksis yang terlibat langsung dalam semua event.  Iya.. kalo butuh telepon, sms, whatsapp, dan pake media sosial lainnya
Setelah punya aplikasi BBM tuh sebenarnya ada harapan yang terselip di dalamnya.Namun ternyata menemukan fakta yang menarik. Ketidaksungguhan. Hanya main-main. Maksudnya?
Iya biar Tuhan dan saya yang tahu :)
Bye BBM. Nanti kalau saya agak perlu, baru deh saya instal lagi. Hehe
Cuman pingin tau, "are you miss me?" - I don't think so.

Minggu, 20 Oktober 2013

Oktuber

Selalu menyenangkan menulis 'sesuatu' tengah malam.
Setelah menyelesaikan satu novel romantis berbahan dasar coklat berlatar belakang Paris. Kota romantis.
Tapi aku tidak ingin ke Paris. Aku ingin mengunjungi Spanyol... menjelajah bersama seseorang.
Pergi ke Inggris. Berkunjung ke salah satu kota industri pertama di sana, Liverpool. Bersama kesenangan dan kebanggaan.
Namun pergi ke Eropa bukankah selalu menyenangkan? Walaupun hanya ke Paris. Tanya saja sama mereka yang sudah berkunjung ke sana. Pasti mereka bercerita sampai berbusa dan kuping kita bergetar tanda iri dan memuji.

Oke mari tinggalkan cerita hari ini.
Beberapa hari ini seperti ingin menjauh dari dunia luar. Aha! ya karena tidak punya uang. Jadi lebih baik bersama mama di rumah. Makan gratis.
Mulai menyicil tugas dan itu membuatku gila.
Karena masih terngiang sepatu baru di etalase toko. Aku ingin itu. Namun tentu saja sang ibu belum mau mengeluarkan sedikit rejekinya demi pemuas hawa nafsu. Oh... sepatu...
Sehingga di rumah aku tidak fokus mengerjakan tugas. Selalu menghitung tanggal. Kira-kira sudah tanggal berapa sekarang. Uang bulanan belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sepatu lucu semakin jauh di depan mata.
Dasar perempuan!

Dasar laki-laki! apa? Kalian juga selalu menghabiskan uang kok. Tidak perlu kusebutkan kalian habiskan uang untuk apa saja.

Baiklah... tulisan hari ini ke mana-mana tidak tentu arah. Ini gara-gara sepatu itu. Ya Tuhan... warna kremnya menggoda.

Kemarin sempat nonton tv, ada acara jalan-jalan di Malang. Main-main paralayang.
Aku ingin ke sana lagi. Cita-cita setelah lulus : main paralayang! Ini serius.
Jangankan lulus, ini proposal bisa dipertahankan saat sidang Usulan Penelitian (UP) saja sudah bersyukur.
Rasanya ingin mati. Toh mati pun sudah mendapatkan gelar. Iya.. alm.

Oh iya, jangan bicara apa-apa lagi. Jangan sekadar wacana. Pembuktian lebih dari segalanya.
Selamat malam dunia fana.

Rabu, 18 September 2013

New Post in September

Lama tidak mengetik di sini. Terlalu banyak tugas yang menanti. Kisah cinta yang dinanti tak kunjung tiba hingga dini hari. #alah
Semester tujuh. Gila... ternyata sudah kuliah selama 3 tahun. Berapa puluh juta sudah dihabiskan ya? Hem...
Seminar, tugas seminar, membuat proposal penelitian, ujian proposal, mata kuliah lain,dan  mata kuliah ngulang. Rasanya super sekali. Luar biasa Tuhan bimbing.
Sempat gak percaya sama Tuhan, akhirnya dipulihkan.

Sedikit menulis tentang pengalaman hari ini dan entah kenapa hujan selalu mengiringi.
Hari ini aku dijadikan bahan bercandaan saat tugas kelompok.
"Ety Suheni pendek"
"Tinggi lo cuman 147 kan?" -
"Hahaha... jomblo seumur hidup lo Hen"
"Emang ada yang mau sama lo?"
"Udah yang jomblo diem ajah"

Ah... senangnya... menyenangkan orang lain dan membuat tertawa. Anugerah bukan?
Gak bisa juga nyalahin mama yang nikah sama orang pendek (my alm.bapak)
Gak bisa juga nyalahin mama yang gak punya uang buat bayar les renang waktu kecil, kemudian pertumbuhannya terbatas.
Gak bisa juga nyalahin mama atas pemberian nama yang super desa "Ety(i) Suheni", karena udah dibaptis dan namanya sudah tercatat di kitab kehidupan bersama ijazah duniawi.
Gak bisa juga nyalahin alm Mbah Kakung yang keukeuh dengan nama "Ety Su.."
Gak bisa menyalahkan siapa-siapa. Nyalahin Tuhan sih kadang-kadang.
Mending ikut tertawa saja.

Terus soal jomblo, usaha kan sudah, tapi yang ngedeketin emang gak ada atau kalo kata orang-orang yang optimis "belum" ada.
Gak bisa nyalahin juga kan selera cowo zaman sekarang yang lebih suka perempuan semampai atau ipk tinggi, atau berhati merpati. Masa gak boleh jadi diri sendiri?
Hari ini dapat banyak guyonan...
pertama ada yang ngirim gambar "aplikasi chating banyak, tapi gak ada yang ngajak chating"
Kedua ada yang ngetweet "eti suheni pendek"
Ketiga waktu di kafe dibilang "jomblo seumur hidup"
Its oke... yang penting bahagia, bersyukur, dan menjadikan ejekan sebagai candaan dari bahagianya kehidupan.

Kenapa harus takut jomblo?
Kenapa harus takut sama ukuran tinggi badan?
ah... Zakheus saja biar pendek punya motivasi
ah.. Paulus saja yang jomblo selalu bahagia.
Karena Tuhan punya cara, kita tidak tahu apa saja.

Ngomong-ngomong Tuhan punya cara, semoga saja ada jalan untuk tugas seminar. Amin.


Follow my Twitter @_heniie