Minggu, 09 Oktober 2016

Kata orang, masa-masa membangun hubungan di awal adalah masa-masa paling romantis, ditelp, ditanya kabar, bahkan dibuat percaya.
Tapi buatku ini masa-masa kritis, masa-masa membangun kepercayaan, menerjang badai masa lalu, tantangan kesibukan masing-masing, dan membuang kecurigaan-kecurigaan tidak penting.

Jadi, jika kau menghadapinya sendirian, kau akan tahu seberapa keras kau berjuang dan setegar apa ia mempertahankan kapal.

Senin, 03 Oktober 2016

Tentang Perempuan dan Move On

Nona, aku tahu betapa tertatihnya kami para perempuan untuk move on.
Apa ya bahasa yang lebih tepat untuk kata move on?
Meninggalkan kenangan? Menjadikan pelajaran?
Melupakan kesalahan?
Tidak lagi mengharapkan balasan?
Mencoba bertahan walau sudah dilupakan?

Atau apa definisimu untuk kata move on?

Aku ingin membagi pengalamanku soal move on.
Sulit memang. Sangat sulit. Tapi tertawakanlah, sibukan dirimu, dan pelajari kenangannya, hingga ketika kamu menemukan cinta yang baru, tidak ada lagi kesalahan yang sama.

Aku tau rasanya terlatih patah hati. Aku tau punya barisan para mantan itu ngga enak.
Aku juga masih harus membersihkan kenangan-kenangan ketika ada orang baru yang datang.
Aku juga masih harus menertawakan kebodohanku ketika memilih dia sang mantan yang ujung-ujungnya menyakiti.
Aku tahu nona.

Tapi tahukah kamu ada perasaan perempuan lain yang juga harus kamu jaga?

Aku punya mantan, aku juga menjaga perasaan pacar barunya.
Caranya? Aku tidak mengungkit kenangan kami di depan umum. Aku menjaga hatiku sendiri juga. Karena membongkar semua di depan umum, maka yang lain di luar kami kemudian akan bertanya-tanya dan aku tidak ingin mereka berspekulasi.

Aku tahu nona, ini sulit bagimu. Aku juga sulit menerimanya. Aku dan mantanmu memang baru seumur jagung. Berbeda dengan kamu yang sudah mengukir banyak kenangan di sana, banyak janji yang dibuat di sana. Banyak cerita yang tidak habis-habisnya kalian dengungkan.
Apalagi keluarga kalian sudah saling tahu, sudah saling menerima, sudah saling sayang. Aku tahu rasanya berpisah, meski aku belum pernah berpacaran sejauh dan selama kalian.

Nona, boleh aku bercerita sedikit? Pertemuan kami tanpa rencana. Pendekatan kami tidak berbulan-bulan. Buatku dia bukan pelarian, bukan sekadar penyembuh luka dan pelipur lara. Dia tujuanku.

Nona, kamu cantik dan pintar. Jika ada lomba cerdas cermat antara kamu dan aku, pastilah kamu pemenangnya.

Namun, bolehkah kamu menjaga hati perempuan di sini. Tidak membuat perempuan di sini merasa bersalah telah melukai hati perempuan lain?

Aku tahu kamu hebat nona. Kamu pasti bisa membangun cinta yang baru. Walau tertatih dan menangis pedih.

Aku juga tahu, mantanmu juga masih membersihkan kenangan-kenangan bersamamu. Perpisahan itu proses yang sulit dihadapi.
Itulah hidup.
Mengeja yang tidak bisa ditebak.

Nona, aku sama sekali tidak marah pada waktu kamu memasang foto bersama dia. Aku cuma kecewa dengan lelakiku karena sudah tidak jujur. Aku sangat mengerti kenapa kamu masih memasang foto-foto kalian. Itu caramu, aku tidak tahu kalau move on caramu itu seperti itu.

Tenanglah nona, aku tidak menyalahkanmu. Aku menjaga hatiku sendiri dan kamu, aku yakin kamu bisa membangun cinta yang baru lagi.
Mahabaik akan sangat mengerti keinginanmu.

Jika memang nanti dia kembali padamu, aku selalu siap apapun yang terjadi. Selalu dan selalu.
Aku pernah mengalaminya, Mahabaik tidak akan membiarkan aku sendirian kok. Termasuk kamu dan aku kan yang sama anak-Nya. Ia juga pasti ngga akan membiarkan kamu menghadapi ini sendirian.

Namun, jika ia tidak kembali padamu. Adalah usahamu untuk menerima dengan lapang dada. Dengan tabah tanpa terpaksa. Karena aku yakin kamu bisa menghadapinya.

Perempuan harus tabah nona, karena obat kuat diciptakan hanya untuk para lelaki ^^.

Selasa, 27 September 2016

Aku Berbincang

Apa yang paling ditakuti dari sebuah hubungan baru?
Kalau aku, aku paling takut dijadikan tempat pelarian, sebelum dia kembai ke masa lalunya.
Aku ingin menjadi masa depannya. Dan aku tau itu egois. Iya egois.

Selain itu?
Apa kamu takut terluka?
Tidak.
Lalu?
Aku cuma takut kebohongan menjadikan aku takut jatuh cinta.
.
.
Apa reaksimu melihat lelakimu berfoto dengan masa lalunya? Meskipun kamu yakin, mereka memutuskan untuk berteman?

Maaf, aku tiba-tiba mual. Kepalaku pusing. Bahkan saat hanya menutup mata, aku melihat foto dia bersama mata lalunya. Mengerikan. Itu seperti mimpi buruk yang menghantui hari-hari.

Solusinya?
Kita duduk bersama dan cari jalan keluarnya. Itu solusiku. Aku ingin mendengar pengakuan jujurnya. Cerita cerita tanpa perlu ada sebuah perdebatan. Mungkin nanti akan ada sebuah pertanyaan "kenapa waktu itu kamu ngga jujur aja. Aku malah lebih menghargai itu"
Dan aku rasa pertanyaan itu percuma. Aku sudah tau alasannya. Apapun itu aku cuma bisa terima.
Aku harus menghadapi. Texting hanya akan meruncing masalah. Kita harus berbicara dari hati ke hati.

Kesempatan?
Selalu ada. Selalu ada kesempatan. Hati yang terluka juga punya kesempatan untuk menyembukan lukanya sendiri kan?

Aku akan menyembuhkan lukaku dan kamu? Ah entah... Akan mengulangi kesalahan? Entah akan berdamai dengan masa lalu? Entah akan membawaku ke dalam badai yang kau buat. Entah seperti apa.

Follow my Twitter @_heniie