Selasa, 18 Maret 2014

Nelangsa

Aku nelangsa entah kenapa.
Aku tidak meminta seribu candi dalam satu malam,  aku hanya meminta kamu datang dan kita bercengkrama sampai bosan.
Keinginan itu sepertinya ketinggian.
Mungkin kamu sudah memiliki yang lain dan aku hanya bisa bercengkaram dengan diri sendiri bahwa perasaan ini akan baik-baik saja, ia akan tetap terjaga dengan kekuatan.
Kekuatan yang diam-diam mendoakan,  keinginan yang diam-diam dipendam, dan mungkin sedang mengkhayal sesuatu yang mungkin akan kamu lakukan, yang tidak pernah aku bayangkan.
Mungkin itu hanya bayang-bayang tengah malam,  mungkin itu juga sebabnya aku akhirnya nelangsa.
Karena kamu sudah lupa begitu saja.

Minggu, 02 Maret 2014

Photo session at saturday night.

Foto-foto dan menulis adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia saya. 
Dan ketika malam minggu tiba,  selain menulis hal-hal sepele,  kadang saya suka narsis-narsis sendiri.
Kali ini jembatan narsis saya tidak sendirian,  ada Fransis Yolanda teman saya sejak SMA,  saya minta tolong padanya untuk sekadar 'foto saya' dong pakai kamera canggih kamu.
Akhirnya jadilah malam minggu kemarin,  dari pukul 17:00 hingga pukul 22:00 sesi foto-foto dengan baju-baju yang saya bongkar dari lemari terjadi juga.
Hem... Lemari saya tuh mirip butik, baju-bajunya bs dibilang hasil pemberian dan saya sangat bersyukur boleh mencicipi baju-baju bagus.  Hanya saja kadang suka bingung,  mau pakai ke mana dan bagaimana.. Hihihi. Akhirnya saya pakai buat kostum foto-foto saya saja  :))

Jumat, 28 Februari 2014

Optimis seperti Kaleb

Siang tadi aku mencoba melamar menjadi MC di sebuah event besar di Bandung. Walaupun gagal, aku belajar banyak. Walaupun gagal aku berjanji tidak akan pernah kapok untuk mencoba lagi.
Saat wawancara aku mengeluarkan seluruh kemampuan, sayangnya kemampuanku tidak berkata-kata dalam Bahasa Inggris, padahal acara tersebut yang memiliki adalah perusahaan internasional. Kusimpan tekad dalam hati, akan belajar bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh. Jangan menyerah. Tetap optimis seperti Kaleb.

Well.. siapa itu Kaleb? Ia adalah salah satu pengintai yang diutus Musa untuk memata-matai tanah Kanaan Pengintai yang lain bilang "Gak mungkinlah kita masuk, buset penduduknya sangar-sangar", tapi Kaleb optimis "Kita bakal masuk ke tanah perjanjian itu". Aku belajar banyak dari tokoh yang 'biasa' ini.
Kalau tidak percaya dibuka lagi ya alkitabnya.
Kaleb optimis, nanti dia bakal dapat jatah di tanah Kanaan, padahal tanah Kanaan belum direbut, tanah Kanaan belum juga sah menjadi milik bangsanya. Tapi dia optimis, dia tegar, dia bilang "tanah itu janji Tuhan, masakan kamu gak percaya sama janji Tuhan". Akhirnya, berjuanglah dia bersama-sama bangsa itu.
Mau tahu, dia dapat tanah Kanaan berapa tahun setelah dia bertekad untuk 'optimis' sambil 'berjuang'?
Empat puluh lima tahun kemudian! Lama banget ya buah 'optimis' dan 'perjuangannya', tapi itulah, buah-buah dari tidak menyerah, buah-buah dari tidak mengeluh, pasti ada janji Allah yang digenapi.

Seperti proses melamar kerja yang tadi siang aku jalani. Aku sudah dua kali melamar pekerjaan. Kedua-duanya tidak diterima. Pertama aku melamar untuk keja part-time di toko cake. Ditolak. Alasan utamanya jelas, aku tidak kreatif dan tidak siap. Kedua, aku melamar jadi MC, kali ini aku  siap, namun karena kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasan aku mungkin tidak diterima. Aku masih optimis, aku yakin tidak sekarang akan digenapi, mungkin 'empatpuluhlima' tahun kemudian, atau tidak sekarang. Prosesnya harus dinikmati, dijalani, disyukuri, harus bahagia. Itu ajah nantinya.
Optimis seperti Kaleb dan suatu hari nanti jadi menantu yang baik seperti Rut =D

Follow my Twitter @_heniie