Rabu, 18 Desember 2013

Aku jamin kita tidak akan pernah bertemu, baik dalam siatuasi tertentu ataupun yang tidak tepat waktu.
Aku jamin itu. Kita mulai meragu, benarkah? iya...
Aku sepertinya tahu sesuatu, kamu menginginkan sesuatu dariku, namun ternyata kamu tidak menemukannya.
Percakapan terakhir kita seakan membosankan, aku sedang dalam kebimbangan, ya.. kamu tidak perlu tahu apa itu.
Aku mengeja namamu dalam doa, nama panggilan yang samar-samar mulai menjenuhkan untuk kuulangi.
Prinsipku jelas aku tidak ingin membuang waktu untuk sesuatu yang kehadirannya sulit untuk dituju.
Aku tidak sanggup lagi menebak-nebak kamu, kadang perjuangan memang tidak pernah ada yang tahu. Tidak tentang hadir dan pergi, namun mampu bertahan di tengah badai.
Kita tidak akan pernah melakukan pertemuan, hanya sekadar ingin tahu, tapi selalu ada pertemuan yang bersatu.
Itu pilihan kamu.

Sabtu, 07 Desember 2013

One Year Ago

Hello malam minggu. Malam minggu pertama di bulan Desember 2013. So many story about this year.
Lets talk about 'love' ah.. basi. Oke lets talk about 'friendship'.
Setahun yang lalu pernah ada satu pembicaraan menyenangkan tentang nanti ada sebuah pernikahan. Siapa yang akan menjadi humas, siapa yang akan menjadi ini atau itu.
Mengingat masa lalu emang paling menyenangkan ya tapi belum tentu untuk dinikmati di masa depan.
Kebayang gak sih sekumpulan perempuan membicarakan masa depan mereka penuh imajinasi dan canda tawa. Iya tapi itu setahun yang lalu. Sekarang segalanya berbeda. Keadaan yang berbeda, hati yang berubah, sikap yang sering salah tingkah. Mungkin sudah saatnya berpisah.
Kantin mungkin lebih setia. Melihat pergerakan dan pembicaraan yang secara mendalam, secara satu pikiran pernah ada di sana. Tampaknya hanya saya sendiri yang 'kaget' menerima perubahan. Namun beberapa teman yang lain sudah tidak lagi peduli. Mereka lebih memilih bertindak sendiri-sendiri. Saya berada di pertengahan. Di teritorial yang melihat dua kubu yang bertolak belakang. Namun saya berharap kedua kubu itu menjadi satu kesatuan lagi. Walaupun sulit untuk memulai kembali.
Hanya sisa-sisa kenangan yang dapat saya hitung dengan jari. Walaupun saya termasuk golongan yang mudah menangis bagai bawang bombay jika melihat keadaan pertemanan seperti ini. Namun apa daya, saya juga harus siap dan tegar bukan? Bukankah kedewasaan sudah menunjukkan siapa kamu sebenarnya selama ini. Satu tahun yang lalu saat ikatan itu mulai terjalin penuh harap.
Setidaknya walaupun tidak selamanya, namun jangan juga secepat ini.
Faktor eks mungkin menentukkan. Pihak-pihak luar menentukkan. Sebenarnya saya tidak peduli. Saya hanya peduli dengan sebuah ikatan yang sudah lampau. Biarlah faktor luar melakukan pekerjaannya.  Tetapi saya berharap kami tidak goyah. Harapan yang mustahil sepertinya.
Mari membangun langkah baru karena pada akhirnya hati lebih nyaman kepada siapa, kita tidak bisa setir hati itu sendiri, 'harus nyaman sama gue' itu juga gak bisa dipaksa. Biarlah berjalan seperti membuka lembaran baru. Selalu ada masa lalu untuk membuka lembaran baru kan?
Lets do it my friends :)
Look your photo album... save and praying for them :)

Minggu, 17 November 2013

Dini hari masih sepi, belum ada tanda-tanda orang satu komplek mengerjakan aktifitas. Hanya terdengar adzan subuh, namun ayam belum berkokok tanda pagi  menggapai. Matahari sedang bergerak dari ufuk timur, sebentar lagi pagi, aktifitas dimulai.
Bergegas ia mengambil tas ranselnya, demi satu bangku bis kota sebelum gerombolan orang mulai bergerak bekerja tanpa hati.
November adalah musim hujan, gerimis-germis romantis, seperti senyummu yang manis, semanis kismis.
Malam sebelum ia sakit, ia hujan-hujanan sepatunya basah karena banjir yang mulai berdatangan. Kali ini wajahnya lesu melihat jendela di rumah. Ada bayang-bayang yang tidak bisa ia gapai. Selimut membungkus tubuhnya yang mulai panas, ia demam. Demam rindu? bukan... ia demam sungguhan.
15ml obat sirup sudah habis ia minum, berharap ia segera lekas sembuh. Di tengah kesendiriannya melawan demam, ia mungkin butuh seseorang untuk berbagi cerita. Sayangnya tidak ada.
Ia akan sembuh tanpa bercerita.

Follow my Twitter @_heniie